Worm Mulai Infeksi File Audio


null

Para pencinta musik digital harus meningkatkan kewaspadaan ketika men-download musik dari internet. Sebab, produsen solusi sekuriti Kaspersky Lab memperingatkan, worm kini sudah bisa menginfeksi file audio.

Kaspersky mengungkapkan, worm itu bernama Worm.Win32.GetCodec.a. Worm itu bisa mengubah file MP3 menjadi WMA dan menyusupkan program jahat ke dalamnya. Ketika file WMA itu diputar, maka komputer membuka browser internet.

Browser itu langsung membuka halaman web yang disiapkan penjahat. Saat halaman itu terbuka, maka pengguna diminta men-download dan menginstal sebuah file. File itu ternyata program jahat berjenis Trojan Horse. Namanya adalah Trojan-Proxy.Win32.Agent.arp. Ketika korban men-download dan menginstal Trojan Horse itu ke komputer, maka penjahat mampu mengambil alih kendali komputer korban.

Kaspersky memperingatkan, worm yang tertanam dalam file WMA itu berisiko memicu wabah besar. Sebab, pengguna komputer umumnya tidak curiga terhadap file musik. Selama ini, program-program jahat memang jarang ditanam pada file musik.

Kaspersky menegaskan, para penjahat cyber adalah orang orang yang ‘tidak pernah tidur’. Mereka terus berupaya memperbarui dan menyempurnakan teknik serangan untuk mengelabui korban dan sistem-sistem sekuriti. Kaspersky mengungkapkan, jumlah program jahat (termasuk virus, worm, dan Trojan Horse) yang beredar di internet pada 2007 berjumlah 2.227.415 jenis.

Itu adalah peningkatan empat kali lipat dari 2006, yang diwarnai 535,131 jenis program jahat. Di sepanjang 2007, volume program jahat yang berhasil dideteksi Kaspersky mencapai 354 GB. Kaspersky menyatakan, pada 2008 jenis dan volume program jahat di internet tidak akan turun, melainkan justru meningkat. Kaspersky pun membuat prediksi yang sangat menyeramkan.

Dia memperkirakan, pada 2008 jenis program jahat baru yang beredar di internet akan meningkat sepuluh kali lipat dari 2007, yaitu sekitar 20 juta jenis. Penilaian Kaspersky selaras dengan penilaian para produsen solusi sekuriti yang lain.

Trend Micro Inc menemukan, para penjahat cyber kini tidak hanya menggunakan teknologi-teknologi baru untuk melakukan serangan, tetapi juga menerapkan metode rekayasa sosial (social engineering) baru untuk menjebak korban. Laporan Trend Micro ini merupakan hasil pemantauan selama enam bulan pertama 2008.

Trend Micro menegaskan, ancaman-ancaman cyber yang meningkat pesat di sepanjang semester pertama 2008, antara lain adware dan spyware. Penyempurnaan teknik dan metode serangan program-program jahat itu semakin disempurnakan sehingga solusi sekuriti kelas atas kadang tidak sanggup membendungnya.

Trend Micro memperingatkan, para penjahat cyber kini banyak memasang jebakan rekayasa sosial di situs-situs jaringan sosial. Pada Maret, Trend Micro menemukan lebih dari 400 program jahat yang dirancang untuk membuat situs-situs berisi phishing (penipuan online). (sumber: www.okezone.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: