Kekuatan Cinta Sejati


Alkisah di suatu negeri antah berantah, seorang anak bertanya pada ibunya tentang arti cinta, yang kebetulan ibunya seorang janda yang ditinggal cerai oleh suaminya karena mempunyai seorang kekasih gelap dan seorang istri muda.

Sang ibu menjawab : “cinta adalah sebuah kekuatan untuk menyayangi walaupun hatimu telah sakit.”  Si anak bertanya lagi : ” walau ibu sudah disakiti ayah apakah masih mencintai ayah?” Ibu menjawab : “yah, walaupun telah disakiti oleh ayahmu hati kecil ibu masih berkata bahwa ibu masih mencintainya.” Anak :” wahh kalau cinta memang harus terasa sakit, saya seumur hidup tidak akan pernah mencintai seseorang.”

Ibu:” tidak semua cinta harus merasakan sakit, dan tidak semua sakit karena cinta.”
lalu sang ibu menceritakan tentang bunga mawar dan teratai yang menggambarkan bahwa walau sakit dan pedih mawar dan teratai tetap bisa menebarkan senyumnya dan cintanya untuk semua orang. Mawar tetap segar dan memancarkan keindahan cinta pada setiap orang, walaupun disekitarnya tumbuh duri-duri dan kotoran yang ada di tanahnya tetap dan makin membuat indah senyuman bunga Mawar itu. Bagi Teratai yang bila  air dibawahnya semakin kotor, maka Teratai semakin memancarkana keindahan alami, mengembangkan daun-daunnya seakan menggambarkan bahwa itulah arti hidup .

Mendengar penjelasan sang ibu sang anak hanya berdecak kagum dan berkata :” wahh andaikan di dunia ini semua orang bisa meniru kadar cinta dan kasih dari mawar dan teratai pasti di muka bumi ini akan tenteram dan damai tidak akan ada dendam.”

Lalu sang anak bertanya lagi pada ibunya “lalu dimanakah saya mencari cinta yang murni yang tidak harus mendapatkan sakitnya.” Sang ibu menjawab:” sesungguhnya untuk mencari cinta sejatimu sangat sulit karena biasanya cinta sejatimu tersembunyi seperti permata yang indah di dasar lautan dan memang harus dicari. Jika engkau sabar dan tidak menyerah maka kau akan mendapatkannya.

Setelah mendapatkannya engkaupun harus mengolah cintamu itu agar lebih berkilau.” Si anak : “mengolah?” Ibu : “ya mengolah seperti permata yang diolah untuk dijadikan perhiasan, tetapi cintamu itu diolah dengan saling pengertian, kejujuran dan keterbukaan.”

Tidak selamanya cinta itu indah
Cinta tanpa hambatan bukanlah cinta namanya
Hidup tanpa tantangan bukanlah hidup namanya
Laut tanpa ombak bukanlah laut namanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: