Cerita di Balik Rimba


Di tepi sungai, berdiri sebuah pohon kapuk sutera yang besar. Pada malam hari, burung-burung dari semua jurusan datang ke pohon ini dan beristirahat di sini.
Suatu kali ketika fajar, waktu bulan sementara terbenam di balik pegunungan di sebelah barat, seekor burung gagak bangun dan melihat seorang pemburu mendekati pohon itu.
Si pemburu kelihatan seperti Yama (dewa kematian).
Melihat pemburu itu, burung gagak merasa resah dan berpikir , “Ini kelihatan seram. Aku tidak menyukai hal ini sama-sekali.” Sambil berpikir demikian, dia mulai mengikuti pemburu tersebut.

Tidak lama kemudian, pemburu itu berhenti dan memeriksa daerah sekitarnya. Dia mengeluarkan beberapa butir nasi dari tasnya, menaburkannya di atas tanah dan kemudian ia membentangkan jaringnya di atas butir-butir nasi itu.

Sesudah melakukan ini, dia bersembunyi di belakang pohon. Pada saat itu, raja merpati bersama pengikutnya sedang mengembara keliling daerah ini, mencari makanan.

Dia melihat butir-butir nasi dan berkata kepada pengikutnya, “Aneh sekali, butir-butir nasi di sebuah hutan yang tidak berpenghuni. Mari kita lihat apa artinya semua ini. Saya merasa curiga.” Tetapi karena rakus, burung-burung tidak mendengar raja mereka dan mereka terbang ke bawah untuk mengambil butir-butir nasi. Dan aduh!.Tiba-tiba dalam sekejap mata, mereka semua tertangkap dalam jaring itu.

Sebuah kericuhan yang hebat timbul di antara burung-burung merpati yang tertangkap. Si raja kemudian berseru, “Teman-teman, kita dalam bahaya yang besar. Kecuali kalau kita mengendalikan diri dan segera memikirkan satu rencana untuk keluar dari ini, pasti kita semua akan mati. Sekarang saya mengusulkan supaya kita semua menangkap cepat-cepat jaring ini pada waktu yang sama, lalu terbang bersama-sama ke atas.”

Burung-burung setuju. Mereka menangkap dengan cepat jaring itu dan bersama-sama terbang jauh. Ketika pemburu melihat ini, dia amat terkesan dan sama-sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia segera sadar dan mulai lari mengejar dibelakang mereka sambil berpikir, “Burung-burung ini telah berhasil lolos karena mereka telah bersatu.Tapi waktu mereka turun ke bawah, mereka akan jatuh dalam kekuasaan saya.”

Namun, burung-burung merpati terbang sangat cepat dan tidak lama kemudian, mereka sama-sekali tidak kelihatan lagi, kemudian mereka bertanya kepada raja mereka, “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”

“Saya mempunyai satu teman yang sangat saya sayang” kata sang raja merpati, “seekor tikus yang tinggal di tepi sungai. Kita akan pergi kepadanya. Saya yakin bahwa dia akan mencari sebuah cara untuk membebaskan kita.”

Jadi, mereka semua terbang ke tempat di mana tikus itu tinggal. Waktu tikus melihat burung-burung terbang menuju dia, dia merasa takut dan lari ke dalam lubang di akar sebuah pohon. Tetapi raja burung merpati berteriak, “Teman, masa kamu tidak kenal saya? Datanglah dan bebaskan kita semua.”

Tatkala tikus mendengar ini, dia mengenal suara temannya dan cepat-cepat keluar. Raja burung merpati menceritakan kepadanya semua yang terjadi dan si tikus langsung mulai menggigit benang-benang jaring dan membebaskan burung-burung.

Burung gagak yang telah terbang dengan mereka dan lagi melihat ini dari satu pohon dekat sana, merasa kagum atas persahabatan mereka dan berkata kepada diri sendiri, “Wah, benar juga apa yang mereka katakan, “Teman yang memberi pertolongan dalam kesulitan adalah teman sejati.”
Alangkah senangnya apabila kita mendapatkan sahabat yang baik. Tentunya saat itu kita merasa bahwa kita adalah orang yang sangat beruntung. Tapi pernahkah kita merenungkan, apakah kita sudah menjadi sahabat bagi sahabat kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: