Bekerja Lebih dari 45 jam per Minggu Berisiko Kematian


Ronald Reagan rupanya salah tafsir. Suatu kali ia pernah berucap, bekerja keras tidak pernah membunuh seseorang. Sebuah survei menyatakan sebaliknya. Bekerja terlalu panjang menyebabkan seseorang mempunyai resiko tinggi menderita sebuah penyakit serta mengalami kecelakaan.

Survei yang dilakukan Universitas Massachusetts tersebut menyebutkan, 61 persen orang yang bekerja terlalu panjang akan terserang sejumlah penyakit atau mengalami kecelakaan. Survei tersebut juga berbuah kesimpulan, bekerja 12 jam per hari saja menempatkan orang mempunyai resiko 37 persen lebih besar sakit dan terluka dibandingkan dengan yang bekerja lebih pendek.

Sejumlah bangsa memang mengenal kebiasaan bekerja keras. Di Jepang disebut karoshi dan di Cina dinamai guolaosi. Dalam bahasa Indonesia, bila ada orang yang bekerja habis-habisan, kerap diledek sebagai kerja rodi. Zaman dulu kondisi tersebut dipaksakan, sekarang sebaliknya. Seperti halnya pada musik dan filem serta aneka hiburan lain, ada juga yang gan drung atau tak punya pilihan selain mencintai pekerjaan hingga bekerja mati-matian, tanpa sadar kematiannya sudah di ujung tanduk.

Di Inggris, kematian karena bekerja terlalu panjang merupakan sebuah fenomena baru, meski tak banyak yang menyadarinya. Pada 2003, Sid Watkins, seorang dokter anak, mengalami kelelahan setelah bekerja 100 jam per minggu. Ia akhirnya meninggal setelah menyuntikkan obat bius pada dirinya sendiri. Koroner Watkins menggambarkan bagaimana ia telah bekerja gila-gilaan. Selain Watkins, ada Allan Massie, yang bekerja 86 jam per minggu hingga meninggal dalam puncak
kelelahannya.

Studi di Amerika yang dimuat dalam Journal Occupational and Environmental Medicine secara langsung menunjuk, bekerja terlalu lama berkaitan dengan resiko tinggi terserang hipertensi, penyakit kardiovaskuler, diabetes, kelelahan, stres, depresi, musculoskeletal disorder, infeksi kronis dan sejumlah penyakit lain yang lebih ringan. Di Jepang, sebagian besar korban karoshi bermasalah dengan otaknya hingga mengalami aneurism, stroke, dan terkena serangan jantung.

Prof Cary Cooper, ahli stres dari Lancaster University Management School, Inggris, mengatakan bahwa resiko terkena sederet penyakit tersebut tak hanya menempel pada orang yang bekerja lebih dari 60 jam per minggu, tapi juga ketika seseorang bekerja lebih dari 45 jam per minggu. Kemampuan seseorang memang sesuai dengan patokan selama ini, yaitu 8 jam perhari dengan bekerja lima hari, yang artinya bekerja 40 jam per minggu. Jika anda bekerja panjang secara teratur, artinya lebih dari 45 jam setiap minggu, kesehatannya secara fisik ataupun psikis akan mengalami kerusakan, katanya. Cooper menyarankan untuk working smarter, tidak terlalu panjang dan fleksibel soal tempat kerja.

Tak hanya sejumlah penyakit tertentu yang mengintip para pekerja ke ras. Mereka juga dibayang-bayangi kecelakaan. Roger Vincent, juru bicara Royal Society for the Prevention of Accidents, Inggris, mengatakan bahwa bekerja berlebihan menuntun seseorang kehilangan konsentrasi hingga akhirnya mengalami kecelakaan. Antara sepertiga dan seperempat kecelakaan di jalan raya berkaitan dengan pola kerja. Artinya 800-1.000 kematian di jalan Inggris disebabkan oleh pola kerja, ungkapnya. Kecelakaan tidak hanya terjadi di jalan ketika mengendarai kendaraan, tapi juga di temp at kerja. Paul Seller, salah satu peneliti Universitas Massachusetts, menyatakan stress dan kelelahan berpengaruh pada proses bekerja seseorang. Hingga secara tidak langsung bisa memicu terjadinya kesalahan, bahkan kecelakaan saat bekerja.

Pada 1987, Kementerian Tenaga Kerja Jepang sadar, waktu bekerja yang terlalu panjang bisa menyebabkan kematian hingga mengumumkan statistik karoshi setiap tahun. Pada 2001, di negara itu 143 yang meninggal karena karoshi. Kesadaran itu membuat keluarga menuntut kompensasi pada perusahaan terkait. Pada 2002-2003, 160 dari 819 kematian mendapat ganti rugi.

(sumber: http://www.gobatak.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: